Berawal dari obrolan ringan antara saya dengan Gian dan Caknun( Panggilan saya untuk Aep) di gazebo depan rumah, mengarahkan kami pada perbincangan serius untuk mendedikasikan diri untuk kampung tercinta. Saya yang sejak lama bercita-cita ingin mendirikan Perpustakaan, harus menguji kesabaran karena terhalang oleh dana. Sementara itu, keinginan besar untuk mengabdikan diri pada kampung halaman dengan apapun yang sekiranya saya bisa, mendorong saya untuk mencari cara agar saya "berbuat sesuatu" sesegera mungkin. Melakukan kebaikan, tidak perlu menunda-nunda. Dari kesadaran akan keterbatasan dana dan keinginan untuk berbagi, maka kelas mendongeng dan bahasa Inggris dianggap sebagai langkah awal untuk memotivasi saya dan orang-orang sekitar dalam melakukan upaya peningkatan SDM. Itulah mengapa, kami katakan bahwa komunitas Saung Bambu adalah komunitas yang berani untuk berbagi. Kami berani untuk berbagi, walau dari pendanaan kami masih nol. Keinginan itu disambut baik oleh keinginan dan harapan yang sama antara kami bertiga. Maka diskusi berlanjut menjadi program belajar yang insyaAllah bisa dilaksanakan pada 2014 ini.
Sebuah perjuangan yang tidak mudah tentunya menyatukan visi dan misi bersama orang-orang yang berbeda. Beda kepala, beda isi. Kami bertiga pada waktu itu, mematangkan konsep acara dan tujuan bersama. Setelah kami sepakat untuk mencari tim yang solid, kami mulai mencari siapa yang sekiranya potensial untuk sama-sama mau bekerja dan merealisasikan kegiatan ini. Dari satu orang ke orang lainnya, saya dan kedua rekan saya menyampaikan maksud tersebut, beberapa dari mereka yang pernah kami ajak diskusi, menjawab hampir serempak, "Wah, untuk kegiatan itu, saya mendukung sepenuhnya. Tapi, kalau untuk bertindak, kayaknya belum siap."
Saya sempat down dengan jawaban-jawaban dari mereka. Tapi, kedua rekan saya justru menyemangati saya untuk terus bergerak. Sampai pada satu kesepakatan bahwa, apapaun yang terjadi, kegiatan ini harus berjalan. Dan, Aji menyatakan siap bekerjasama dengan kami. Kami mulai belajar untuk menyusun proposal dan segala hal yang dibutuhkan dalam organisasi sebelum mengajukan program ini kepada Ketua Pemuda. Rencanya, tanggal 23 Agustus 2014 mendatang, setelah urusan kerja saya selesai, kami akan mengajukan program tersebut kepada Ketua Pemuda.
Semua terkoneksi secara mudah. Allah memudahkan langkah kami untuk merealisasikan kegiatan ini. Awang (Sapaan akrab saya pada Khaerul Anwar), yang merupakan teman SD saya, ia sekarang sedang kuliah SI di Universitas Swasta di Tangerang, bersedia membuatkan website untuk "Saung Bambu". Rencananya, setelah bertemu dengan rekan-rekan saya, website akan segera dibuat, tinggal beli domain saja. Dengan sukarela Awang menawarkan diri untuk membuat website dan juga men-design logo.
Saya secara pribadi merasa bahagia, cita-cita yang terpendam sejak lama untuk melakukan sesuatu bagi masyarakat kampung saya, mulai mendapat angin segar. Segala tantangan yang pernah saya hadapi, seperti sebuah hadiah yang istimewa,saat pencapaian itu didapat selangkah lagi. Respon positif dan dukungan dari rekan-rekan yang siap menjadi tim yang insyaAllah solid, menjadikan semangat dan motivasi yang baik untuk saya.
Sejujurnya, walau sekarang saya masih berada di Bojong Gede (karena saya sedang bermalam di tempat sepupu saya) karena besok harus menyelesaikan pekerjaan di Bogor untuk tiga hari ke depan, hati saya sudah pulang ke kampung halaman lebih dulu. Saya tidak sabar untuk berdiksusi dengan mereka yang pastinya menunggu saya pulang untuk merealisasikan kegiatan ini.
Berawal dari Bismillah, semoga Allah memudahkan kami untuk melaksanakan kelas Mendongeng dan bahasa Inggris. Amin...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar