Breaking News

Rabu, 07 Mei 2014

Ditinggal Nikah

misammahfud.blogspot.com
Bukan tak terima, hanya saja, kurasa ini terlalu cepat. Keterkejutan itu muncul saat cerita yang terpapar begitu gamblang menguak betapa ajaibnya kejadian itu. Ya, dalam segala hal, jalan menuju sesuatu itu bisa dicapai tanpa kita tahu celah yang terbuka lebar sebagai peluang. 10 Mei, akan kusaksikan klimaks dari cerita. Kau adalah satu dari dua yang terdahului mendahului. Sudah kuterka, diantara kita, ada yang akan lebih dulu dijemput takdir. Takdir yang menggariskan ikatan dalam sakralnya pernikahan.

Ini terlalu cepat, sungguh! Berkisah pada awal tahun baru 2014. Aku di sms temanku (bukan teman, tapi sahabat) untuk menikmati malam pergantian tahun di pantai. Dengan berat hati, aku tolak ajakannya karena aku harus jaga tiga ponakan laki-lakiku di rumah. Tak ada alasan untuk meninggalkan rumah pada saat itu. Karena aku tak ikut, aku terlewatkan satu cerita. Satu cerita yang mengubah nasib seseorang.

***
"Datang ya ke pernikahanku, tanggal 10 Mei," ucapnya di inbox facebook-ku. Aku terkejut mendapat undangan tersebut. Sudah berkali-kali kami membahas tentang pernikahan, tentang target dan segala hal yang berhubungan dengan masa depan. Namun, dia ternyata sudah mendapatkan seseorang yang siap bersanding di pelaminan dengannya. Kapan ia mulai cerita? Selama itu, dia menutup rapat atau mungkin aku yang tak terlalu peka dengan cerita cintanya.

Sebuah kesempatan untuk pulang ke Anyer sebulan lalu. membuatku tak ingin kehilangan momen untuk bertemu dengannya. Setidaknya, meyakinkan diri bahwa undangannya itu benar, bukan sekedar guyonan. Bersama Dala, aku datang ke rumahnya.

"Beneran mau nikah?"

"Iyalah. Masa bohong sih?" dia tertawa. Tawa yang begitu lepas.

"Sama siapa? Kok gak pernah kenalin calonnya sih?"

Dia mempersilakan kami berdua masuk. Aku dan Dala masuk ke kamarnya dan merebahkan tubuh di kasur. Sementara dirinya, pamit untuk mandi. Aku yang belum bisa menerima keputusan menikahnya, meminta Dala menjelaskan bagaimana awal dia memutuskan untuk menikah. Dala yang pembawaannya kalem dengan tutur bahasa yang disampaikan dengan tenang, mulai bercerita. Berawal dari tahun baru, saat dia mengirimku sms. Dia memintaku main bersama teman-temannya di pantai, termasuk Dala. Teman yang dia maksud adalah calonnya. Pertemuan mereka di pantai adalah pertemuan awal setelah lama saling kenal di dunia maya dan sering ber-bbm ria. Lelaki itu dengan tegas menyampaikan maksudnya. Selama mereka komunikasi di dunia maya, dia sedang mencari calon istri, bukan lagi pacar yang sekedar ingin main-main. Dia yang kuketahui ingin segera melepas masa lajang, menyampaikan maksud yang sama. Dia memang tidak sedang mencari pacar, tapi calon suami.

Disitulah, kasih terjalin. Selang beberapa bulan, lelaki itu datang ke rumah temanku bersama keluarganya. Ia menyampaikan maksud baiknya pada keluarga temanku. Pihak keluarga temankupun menerima baik niat baik tersebut. Seperti tak ada halangan, rencana itu berjalan mulus, walau beberapa pertikain kecil harus mereka lalui sebagai bumbu. Wajar saja, usia pacaran mereka masih seumur jagung. Apalagi, lelakinya ingin segera menikah sementara temanku harus menyelesaikan skripsinya. Itupun syarat dari ayahnya. Jika memang mereka harus menikah, dia harus menyelesaikan skripsinya.

Sampailah pada bulan Mei, dan tanggal 10 disepakati sebagai waktu yang tepat untuk menjadikan ikatan itu sakral. Terlalu cepat. Selamat menempuh hidup baru ya, Neri. Doaku selalu untuk kebahagiaan masa depan rumah tanggamu. Aku sih agak gak rela diduluin, hehe.. Tapi, setiap orang sudah punya jalan hidup masing-masing.

Jadi ingat setahun lalu saat kita hadir di pernikahan Mia, kita berebut untuk menjadi next manten. Aku yang saat itu mendapatkan koin terbanyak saat acara saweran, menjadi bahan ejekan kalian bahwa aku yang akan menyusul Mia. Ternyata, yang dapat koin paling sedikit yang lebih dulu menikah. Terbukti, nasib seseorang tidak tergantung pada mitos. Hehe...

"2009 Rina menikah. Saat pernikahan teman kita selanjutnya, Rina kondangan dengan keadaan hamil." Itu ramalanku saat kita menghadiri pernikahan Rina. Terbukti, saat Mia menyusul pada 2013 tahun lalu, Rina datang ke pernikahan Mia dalam keadaan hamil tua.

"Nanti, setelah pernikahan Mia, pernikahan selanjutnya Rina hadir bawa anak dan Mia kondangan dalam keadaan hamil," tambahku lagi. Ya, Mia saat ini tengah hamil muda.

Ditinggalkan tiga sahabat SMA menikah, tersisa aku, Eno, dan Dala. Ayo, siapa yang lebih dulu menyusul ketiganya?

Selamat Menempuh Hidup Baru ya, New. Akhirnya, pensiun juga jadi jomblo. :-)

Tidak ada komentar:

Designed By