Breaking News

Senin, 21 April 2014

Bintang Book Corner

Lama tak berkunjung, rasa rindu ini membuat saya ingin berbagi di blog yang sudah saya anggap rumah pribadi. Dengan alasan sibuk, rasa malas mampu menghasut saya untuk tidak membagi cerita; yang sebenarnya banyak hal menarik dan inspiratif yang terjadi selama saya absen disini. Pada akhirnya, semua cerita yang saya anggap menarik, batal diceritakan karena sudah saya anggap basi. Sayapun bukan tipe orang dengan daya ingat tajam. Saya mudah lupa tapi tidak mudah melupakan. Hayooo.. bahasa apa ini? Sedikit ambigu memang. Yah, maaf jika saya agak kacau atau terlalu kacau. Saya harus berpoligami (atau: poliandri?) dengan banyak hal. Tuh, kaaann... si saya beralibi lagi. Mengatsnamakan kesibukan mulu kerjaannya.

Tapi tidak untuk malam ini! Sesuatu hal membuat saya ingin langsung menuliskan cerita inspiratif di tengah kesibukan saya. Bintang Book Corner, ada yang tahu apa maksud dari judul yang saya buat? Baiklah, langsung ke TKP!

Berawal dari mimpi...
Pagi itu, tepatnya tanggal berapa saya lupa, yang saya ingat adalah saya duduk bersama teh Intan di gazebo saat mengikuti kegiatan di Rumah Dunia. Kami bercerita tentang mimpi yang sama, yaitu memdirikan Taman Bacaan. Sepertinya, mas Gol A Gong adalah salah satu inspirator saya, dan teh Inten tentunya. Teh Intan berkata pada saya bahwa ia ingin mendirikan Taman Bacaannya di Indramayu. Begitupun saya yang ingin mendirikan Taman Bacaan di Anyer, tempat saya dibesarkan. Disela obrolan kami, nama A Ocha, pak Ustadz yang hobi banget selfie, disebut. *Upppsss...  Dia lebih dulu menjalankan misi mulianya dengan mengajarkan kursus bahasa Inggris ditanah kelahirannya juga. Dari sini bisa disimpulkan bahwa, sejauh apapun kita pergi, selalu ada alasan untuk pulang. Pulang yang benar-benar pulang. Pulang untuk membangun, pulang untuk menjadikan kehidupan yang lebih hidup.

Teh Intan sempat mengatakan pada saya bahwa kita tidak perlu takut untuk menyampaikan mimpi pada orang lain. Ya, sekapat! Apalagi, jika mimpi itu menyangkut kepentingan orang banyak. Bagaimana mungkin orang tahu apa yang kita impikan, jika kita hanya menutup rapat hal tersebut. Kita hidup di dunia nyata, berinteraksi dengan manusia melalu bahasa lisan. Bahasa hati, tidak mungkin mereka pahami sepenuhnya. Modalnya adalah sharing. membiarkan mereka mendengar apa yang kita impikan, syukur-syukur diantara mereka ada yang bersedia menjadi partner untuk menjalankan apa yang menjadi tujuan kita. (Perasaan, banyak kata "kita"-nya deh. Hmmm... sungguh bahasa yang tidak efektif. *praakkk)

 Dan akhirnya, dengan segala kebahagiaan ini, saya ucapkan selamat untuk teh Intan yang telah berhasil mengawali langkah baik untuk mendirikan Taman Bacaan. Walaupun mimpi saya belum terealisasikan, tapi usaha itu tetap dilakukan. Tinggal menunggu waktu yang tepat. Yang jelas, hari aini saya bahagia karena Tuhan memberikan saya semangat dengan menghadiahi saya kabar baik dari orang yang memiliki niat baik. Untuk lebih detail tentang Taman Bacaan yang teh Intan rintis bersama teman-temannya, bisa klik disini.

Semoga, suatu hari, saya bisa datang ke tempat itu. Selamat ya teh... Sp proud of you! Semoga semuanya diberikan kemudahan dan Allah bersama niat baik yang teteh jalankan. Amiiinn...




Tidak ada komentar:

Designed By