Breaking News

Minggu, 16 Maret 2014

Roxy dan Kalibata Plaza

Menyambung cerita kemarin. Setelah turun dari kopaja 91 di depan Roxy, saya dan Hilda langsung mencari Samsung Service Center. Kebetulan, saya masih punya cadangan hape Samsung yang lama dikurung di laci karena gak bisa dinyalain. Saya memang paling malas untuk mengurusi hal-hal yang ribet. Jadinya, lebih baik menggunakan hape yang siap digunakan daripada me-repair hape yang ngadat. Karena saya sudah mulai kesal dengan hape yang saya pakai ini, jadi deh, maksain diri untuk benerin hape Samsung. Sayangnya, kita muter-muter cari Samsung Service Center, gak ketemu-ketemu. Tanya Security katanya ada di lantai satu. Kita cari tapi gak ada. Langsung deh ke XL Service Center. Rencanya mau urus nomor yang ilang itu. Karena minggu, jadinya tutup. Balik lagi lah kami. Saya akhirnya mencari konter yang mungkin bisa diajak diskusi. #asiikkk.. udah kayak apaan aja.

"Kenapa kak? Bisa dibantu?" Tanya penjaga Konter dengan ramah. Saya jelaskanlah maksud kedatangan saya. Dia cek gitu dan menyarankan agar saya ganti batre hape. Oke, saya pasang batre Samsung yang ori. Yang saya tahu, bukan cuma gak bisa dinyalain, tapi juga gak bisa di charger. Ternyata, pas udah diganti batre, Semua baik-baik saja. Alhamdulillah, jadi gak perlu dirawat deh hape.

Setelah selesai bayar dan saya merasa bahagia karena Samsung kembali pulih, kami menuju ke Nokia Service Center untuk mengambil hape-nya Hilda yang bermasalh juga. Hampir satu jam kami menunggu, perut udah keroncongan. Sementara jam sudah menunjukan pukul 13.00. Wah, belum curhat nih, pikir saya.

Pada akhirnya penantian itu berakhir dengan wajah Hilda yang ditekuk karena hape Lumia-nya harus menginap sampai seminggu ke depan. Kita naik ke lantai 4 untuk menikmati makan siang. Dan langusng cus ke lantai 5 untuk curhat beberapa menit ke Sang Kekasih. :D

Nah, disini saya kebingungan karena pertama kali masuk ke Mushola Roxy. Tempat wudhu untuk perempuan dan laki-laki tidak dipisahkan, "Hah, wudhu disitu? Emang gak dipisah ya?" Tanya saya pada Hilda sambil menggulung lengan kemeja saya.

"Iya, emang disitu."

"Yah, baiklah."
Saya ngomong dalam hati, harusnya tempat wudhu antara perempuan dan laki-laki dipisah. Mungkin untuk yang belum berkerudung sih gak masalah karena memang mereka gak perlu lepas kerudung. Sementara saya kan berkerudung. Saya harus melepas jilbab saya sebelum berwudhu. Kalau begini, saya merasa kurang nyaman. Tapi, mau diapain lagi. Syukuri saja. Ada tempat khusus untuk Shalat saja, masih dikatakan baik. Saya tidak sepenuhnya melepas kerudung, hanya membuka bagian yang perlu dibasuh oleh air wudhu. Jujur, kurang leluasa. :(

***
Cerita selanjutnya adalah kami berpisah di persimpangan jalan. #hehe.. lebeeee... Hilda naik 91 arah Batusari. Saya sendiri, harus melanjutkan perjalanan ke Kalibata Plaza, karena ada janji bertemu jeng Yuli untuk nobar 99 Cahaya di Langit Eropa. Siang yang benar-benar menyengat, harus saya nikmati selama perjalanan dari Roxy ke Jembatan Lima karena jarang ada angkutan umum arah Tanah Abang dari Roxy. Sudah sampai di Jembatan Lima saya naik metro mini arah Kota-Tn.Abang. Saya turun di Stasiun Kereta Tanah Abang. Saat itu sudah jam 3 sore. Janji bertemu jam 4-an gitu. Saya usahakan tidak telat.

Penumpang berjubel dan saya harus berdiri. Tanah Abang-Kalibata tidak memerlukan waktu terlalu lama. Saya sudah sampai sekitar jam empat kurang, menunggu Yuli yang masih di Pasar Minggu. Yuli datang jam empat lewat. Karena mood saya lagi bener, jadi menunggu lama pun tidak masalah. :D

Kami mulai bercerita setelah hampir tiga bulan tidak bertemu. Ada saja cerita yang menarik untuk dibagi. Saya sendiri banyak bercerita tentang perubahan hidup selama tiga bulan terakhir ini. Hehehe.. termasuk seperti apa perasaan saya saat saya bisa nonton koser Iwan fals dan bertemu teman-teman lama disana. Pukul 16.50 adalah jadwal pemutaran film. Film selesai sekitar pukul 18.50 (itupun kalau gak salah). Saya langusng ngacir ke Mushola. Nah, kalau di Kalibata ini, jauh lebih layak. Sudah dua kali saya menunaikan shalat maghrib disini. Musholanya luas, tempat wudhu-nya juga dipisah. Jadikan saya lebih nyaman dan leluasa berwudhu tanpa khawatir dengan keadaan kerudung yang dilepas. Mall yang keren itu, kalau ada Mushola dan tempat wudhu-nya dipisah. Haha... (itu menurut saya. Terserah kalian berpendapat apa. :P)



Together :D
Dinner @Tekko

Yippii






Tidak ada komentar:

Designed By