Breaking News

Rabu, 19 Maret 2014

Menuju dan Dituju


3bidadari.wordpress.com

Menuju atau dituju, dua itu hadir saat ini, menawarkan kisah yang tentu berbeda. Aku bergerak menuju, menggunakan ‘aku’ untuk tuju. Berjalan mendekat, menjadikan diri sebagai alat. Aku bahagia saat menuju, karena itu yang menarik hatiku untuk mendekat. Tapi, benarkah itu yang kubutuhkan?  Aku peralat diri untuk tersenyum saat dia tersenyum, walau bahagianya mungkin tak sampai pada rasa. Aku menjadi dia. Aku melepas atribut siapa aku untuk menuju.
Dari kisah yang kini hadir, maka aku dituju. Menjadi tujuan, sementara ia mendekat. Aku tak perlu melupakan siapa aku untuk dia, cukup diam menjadi aku, dan tetap memakai atribut diri yang utuh. Kubebas menjadi aku tanpa harus berusaha tertawa padahal aku tak tahu apa sebab tawaku.
“Aku butuh dia,” ucapku.
“Akupun butuh kamu,” jawabnya.
“Aku menuju untuknya.”
“Pun aku, menuju padamu,” lirih kau menjawab.
“Ya aku dituju, tapi aku menuju,” tegasku.
“Bagaimana dengan aku?”
“Entahlah.” Akupun berlalu.
Malam, hanya segelintir orang yang belum terpejam. Aku adalah satu dari sebagiannya. Biarlah, aku tak ingin mendakwa. Yang terjadi, biarkan terjadi. Nantipun akan sampai pada penghujung, melangkah di persimpangan yang semestinya. Aku percaya itu. Menuju atau dituju, adalah arah. Arah yang akan berlabuh.
Cerita malam menghantarkan aku pada lelap. Biar ku menjadi abai yang terabai. Tak kusangsikan rencana Tuhan akan setiap hal mampir di hidupku; entah sekilas atau membekas. Yang kusyukuri adalah anugerah. Anugerah yang tak melepaskan aku pada siksa sebenarnya.
Aku kini punya cerita untuk bercerita. Aku punya hal yang bisa membuat aku merasa ada. Aku bergerak, aku hidup, karena aku mulai menyapa harap.

Tidak ada komentar:

Designed By