Cerita yang mereka angkat adalah kasus-kasus yang sering terjadi terhadap PRT. Bagaimana majikan memperlakukan mereka, bagaimana mereka menyikapi keadaan tersebut, dan juga apa keputusan mereka sebagai PRT. Disitupun disinggung tentang kasus penyekapan yang terjadi terhadap 17 PRT oleh keluarga Jendral yang merupakan sebagian kecil dari masalah PRT yang ada. Sampai di klimaks acara, aku tak bisa menahan tangis, ketika mereka menceritakan tentang seorang PRT yang mengalami penyekapan dan 'pelecehan seksual' oleh majikannya. Ia tidak bisa kabur karena rumah dikelilingi oleh pagar tembok yang tinggi. Ia memberanikan diri untuk keluar dari rumah majikan, walau penjagaannya ketat.
Ia berjalan mendekati Security dan berpura-pura ijin keluar untuk membeli 'pembalut'. Ia diijinkan keluar dan tidak dicurigai akan kabur. Iapun berhasil kabur dan bertekad untuk mengubah hidupnya. Keadaan tidak beruntung pernah ia alami. Hal tersebut tidak membuatnya putus asa. Justru dari situ ia bangkit. Ia bertekad untuk tidak menjadi PRT lagi dan memutuskan untuk menjadi seniman teater, hingga saat ini. Cerita yang menyentuh dan inspiratif.
***
Aku ikuti pementasan teater sampai selesai. Seorang pelatih teater kemudian memperkenalkan para pemain. Mereka semua adalah adik-adik yang usianya dibawah 20 tahun. Mereka berstatus sebagai PRT. Namun, mereka berkesempatan melanjutkan mimpi mereka yang tertunda untuk sekolah. Mereka baru lulus Kejar Paket B dan akan melanjutkan Kejar Paket C. Bukankah itu semangat yang luar biasa? Aku sampai tidak bisa berkata apa-apa selain menghela nafas panjang. Kagum pada semangat dan keceriaan mereka. Mereka menjawab dengan sepolos-polosnya ketika ditanya tentang cita-cita. Bahkan ada yang mengatakan, "saya ingin jadi orang kaya."
Tidak ada yang salah dengan cita-cita itu. Siapapun berhak menggantungkan cita-cita setinggi-tingginya. Karena Tuhan akan memberikan peluang bagi kita untuk mencapai apa yang kita inginkan. Aku harus berterima kasih pada mereka. Hari ini mereka mengajariku untuk lebih bersyukur. Untuk lebih ikhlas dan untuk lebih tahu bahwa kebahagiaan itu sepenuhnya milik kita, tanpa perlu melihat seperti apa keadaan kita.
Berhenti untuk mengeluh dan tidak perlu takut untuk bermimpi!
"Katakan apa yang ingin kalian katakan. Karena ini adalah Negara kalian, bukan hanya Negara mereka," kira-kira itu ucapan penutup pak Slamet Rahardjo pada adik-adik yang luar biasa tadi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar