Breaking News

Senin, 11 November 2013

RUMAH BUDAYA

Rumah Budaya Nusantara Rumah Dunia
Direktorat Sejarah dan Nilai Budaya
Direktorat Jenderal Kebudayaan
Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan

Banten, merupakan tempat saya tubuh dan dibesarkan. Seperti apapun keadaannya, saya tetap, merasa bangga sebagai warga Banten. Semenjak saya sekolah di SMAN 1 Anyer, empat tahun silam, saya memang menyukai sastra. Nama Gol A Gong, sudah saya dengar dari guru sastra saya, Beliau menjelaskan, bahwa di Serang, ada wadah yang disediakan untuk siapapun yang berminat dalam dunia sastra, yaitu RUMAH DUNIA.

Hasrat untuk menjadi bagian dari keluarga besar Rumah Dunia, harus saya pendam serapi mungkin, karena terkendala beberapa hal. Hingga pada pertengahan 2013, saya baru memiliki kesempatan untuk belajar disini, sebagai peserta KMRD  (Kelas Menulis Rumah Dunia) angkatan 22. bagi saya secara pribadi, Rumah Dunia adalah rumah kedua saya. Yang memeberikan ruang seluas-luasnya untuk mengembangkan diri. Saya suka menghadiri acara bedah buku yang diselenggaran Rumah Dunia, dan pada 8-10 November 2013 kemarin, saya memiliki kesempatan untuk mengikuti kegiatan "Rumah Budaya Nusantara Rumah Dunia".

Disini, banyak ilmu yang saya dapatkan. Dengan pemateri yang mentrasfer ilmunya pada kami, para peserta; yang memang butuh ilmu tersebut. Disini, kami, selalu re-generasi memiliki hak untuk mendalami bidang yang kami minati. Semula, saya pikir, terlahir sebagai warga Banten, seperti hidup di ladang gersang yang tak menyediakan cukup air dan hijau tetumbuhan. Persepsi itu salah, setelah saya terlibat langsung dalam kegiatan Rumah Dunia. Seperti sumber mata air, saya bisa menghilangkan dahaga dan juga menikmati suguhan hijau dedaunan yang menyegarkan mata.

Saya sangat berharap, kegiatan ini akan terus berlanjut di tahun-tahun berikutnya. dan peserta yang terlibat, semoga tak hanya dari Banten saja, melainkan dari Indonesia bagian lainnya. Pemahaman terhadap Banten bertambah, apalagi saat berkunjung ke beberapa situs peninggalan Banten. Walau tak berbentuk secara utuh, namun, hal itu masih menunjukan betapa banten pernah mengalami kejayaan. Kejayaan yang bisa dijadikan tolak ukur menuju kejayaan masa depan, bukan sebagai dongeng pembuai sebelum tidur. Menuju Banten bangit, semoga! Terima kasih Rumah Dunia!











Tidak ada komentar:

Designed By